Monday, 30 May 2016
Pengobatan Mimisan Tradisional
Mimisan adalah pendarahan yang terjadi dari hidung. Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang mengalaminya hanya selama beberapa detik dan ada yang lebih dari lima menit. Mimisan juga dapat terjadi saat sedang tidur.
Ada beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami mimisan, yaitu anak-anak, lansia, ibu hamil, orang yang sering menggunakan aspirin dan obat antikoagulan, serta pengidap kelainan darah, seperti hemofilia.
Gejala-gejala Mimisan yang perlu Diwaspadai
Kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, Anda tetap perlu berhati-hati karena mimisan mungkin saja mengindikasikan adanya penyakit-penyakit tertentu. Beberapa gejala yang sebaiknya diwaspadai meliputi:
■Mimisan yang berlangsung lebih dari 30 menit. Jika mengalaminya, Anda sebaiknya segera ke rumah sakit.
■Mimisan dengan volume darah yang banyak.
Sering mimisan, misalnya lebih dari sekali dalam seminggu.
■Detak jantung yang tidak beraturan.
Kesulitan bernapas.
■Muntah darah karena menelan banyak darah.
■Mimisan yang terjadi setelah Anda mengalami cedera.
Kulit berubah pucat.
■Mimisan disertai pendarahan dari bagian lain tubuh, misalnya gusi.
■Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala-gejala di atas, Anda sebaiknya segera menghubungi dokter.
Jenis dan Penyebab Mimisan
Dinding dalam hidung kita penuh dengan pembuluh darah halus yang terletak mendekati lapisan kulit sehingga mudah rusak. Berdasarkan lokasi pendarahan yang terjadi, mimisan terbagi dalam dua jenis, yaitu anterior atau bagian depan dan posterior atau bagian belakang.
Hampir 90 persen mimisan merupakan jenis anterior yang termasuk mudah ditangani. Pada jenis mimisan ini, pendarahan terjadi dari bagian depan hidung. Mimisan ini juga umumnya dialami oleh anak-anak.
Sedangkan pada mimisan jenis posterior, pendarahan berasal dari pembuluh darah yang terletak di bagian belakang hidung (di antara langit-langit mulut dan rongga hidung). Mimisan jenis ini jarang terjadi dan kondisinya cenderung lebih serius dengan volume pendarahan yang lebih banyak. Kelompok orang yang sering mengalaminya adalah orang-orang dewasa dan lansia.
Penyembuhan mimisan degan Cara Tradisionl :
Debeberapa daerah d Indonesia Mimisan dalat di sembuhkan degan bahan2 Alami seperty Daun Siri dan Akar Bunga Teratai.
-Daun Siri meganduk Minyak Aksiri yang Bermanfaat untukembunuh Kuman dan dapat menghambat Pendarahan cara Pnggunaannya sagat mudah. Ambil daun Siri yang Cukup tua lalu Cuci hingga bersih kemudian Lemaskan degan memlintir mlintir Daun hingga Layu dan keluar Getah atau Minyaknya lalu linting Daun tersebut dan Masukkan pada Lubang Mimisan, Waktu Menggunakanya kepala kita harus Mendongak ke atas agar Darah tidak terus keluar
-Akar Bunga Teratai mengandung Zat Besi yang berguna untuk megganti seldarah merah dan dapat mempercepat Pengeringan Luka Cara pengunaannya sagat mudah Ambil Akar bunga Teratai lalu cuci hingga Bersih kemudian Tumbuk Hingga Halus dan ambil sari pati akar Bungaterataitersebut degan memerasnya, tetheskan sedikit demi sediki ke lubang Hidug yang Mimisan dan posisi kepala Harus tetap mendogak ke atas Agar Sari akar teratau masuk dan Darah tidak keluar Kembali. Atau Gunakan Kapas yang di kasih sari akar Buga teratai untuk menutup Lubang hidung yang mimisan..
Semoga Bermanfaat...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment